Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Menetralkan Asam Lambung dan Urin, Pahami Apa Itu Obat Natrium Bikarbonat dan Cara Pakainya

Untuk mengatasi meningkatnya kadar asam dalam tubuh, natrium bikabornat dapat dijadikan pilihan. Sebelum minum, ketahui dulu apa itu natrium bikarbonat.

Red: cermati.com
Rep: cermati.com
Cermati
Cermati Cermati

Masalah asam lambung yang berlebih mungkin menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Akibat gaya hidup yang kurang sehat, pola makan yang salah, atau kebiasaan buruk lainnya yang dilakukan dalam jangka panjang, masalah kesehatan tersebut rentan menyerang siapa saja. 

Kalau sudah terlanjur menderita penyakit tersebut, gejala dan keluhan yang ditimbulkan tentu bisa sangat mengganggu. Bahkan, dalam kondisi yang parah, masalah asam lambung yang berlebih bisa berakibat fatal dan membahayakan kesehatan penderitanya. Oleh karena itu, pengobatan yang tepat untuk mengatasi penyakit tersebut harus bisa segera dilakukan.

Salah satu contohnya dengan menggunakan natrium bikarbonat. Termasuk sebagai obat resep, natrium bikarbonat tentu tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan dan memerlukan resep dokter. 

Scroll untuk membaca

Jika sampai salah penggunaan, bukan tidak mungkin obat ini malah menyebabkan efek samping yang memperburuk kondisi pasien. Nah, agar tak sampai salah, simak penjelasan tentang deskripsi obat natrium bikarbonat, manfaat, aturan pakai dan dosis, sampai efek sampingnya yang perlu diwaspadai berikut ini.

Baca juga: Lansoprazole: Deskripsi, Dosis, Cara Penggunaan, serta Efek Sampingnya

Apa Itu Natrium Bikarbonat?

natrium bikarbonat

Natrium Bikarbonat

Fungsi natrium bikarbonat adalah untuk mengatasi masalah asidosis metabolik, asam lambung atau kadar asam pada urin yang berlebih, menetralkan kadar asam dalam darah yang berlebih. Fungsi natrium bikarbonat tersebut didapat dari cara kerjanya yang mampu mengurai natrium serta bikarbonat dalam air guna membentuk alkaline. Peran dari alkaline inilah yang nantinya mampu menetralkan asam.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat elektrolit pengubah kadar PH urine atau alkalinizing agent serta antasida. Di samping itu, obat ini juga masuk ke dalam kategori obat resep sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan wajib mengikuti saran serta dosis pemakaian dari dokter. 

Penggunaan obat ini hanya boleh dilakukan pada orang dewasa. Meski begitu, pada ibu hamil, natrium bikarbonat termasuk sebagai obat dari kategori C. Artinya, berdasarkan studi yang dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan adanya gejala efek samping yang terjadi terhadap janin. 

Walaupun begitu, efek samping tersebut masih belum terbukti melalui penelitian terkontrol pada manusia. Oleh karena itu, pada ibu hamil, obat ini hanya boleh digunakan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risikonya terhadap janin.

Sementara pada ibu yang sedang menyusui, belum diketahui apakah kandungan dari obat tersebut bisa terserap pada ASI ataukah tidak. Agar lebih aman, bagi ibu yang sedang menyusui, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan natrium bikarbonat guna mengetahui tingkat keamanan pemakaiannya bagi ibu dan juga bayi. 

Jenis obat ini tersedia dengan bentuk cairan suntik 8,4% dan juga tablet ukuran 500 mg. Beberapa merek dagang dari obat ini adalah Meylon 84-BP dan Sodium Bicarbonate. 

Perhatikan Ini Sebelum Mengonsumsi Natrium Bikarbonat

Sama halnya dengan jenis obat lainnya, ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi natrium bikarbonat agar mampu mendapatkan manfaatnya secara optimal. Simak hal-hal apa saja yang penting untuk diperhatikan saat akan menggunakan obat tersebut, agar penggunaannya menjadi lebih aman dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping berbahaya.

  • Hindari penggunaan obat ini apabila mempunyai alergi terhadap bahan natrium bikarbonat.
  • Hindari penggunaan obat ini apabila tengah menjalani program diet rendah garam. Hal ini dikarenakan obat tersebut memiliki kandungan natrium atau garam di dalamnya.
  • Informasikan pada dokter terkait riwayat medis dan jenis penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Informasi mengenai kondisi kesehatan pasien perlu diketahui oleh dokter guna mengetahui tingkat keamanan penggunaan obat tersebut, khususnya bagi yang pernah menderita gagal jantung, usus buntu, perdarahan di usus, tukak lambung, maupun penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Informasikan pada dokter terkait jenis obat, produk herbal, ataupun suplemen yang sedang aktif digunakan saat ini.
  • Jangan menggunakan obat ini pada anak-anak maupun lansia tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Alasannya resep dan dosis penggunaan dari obat ini perlu disesuaikan dengan umur dan kondisi kesehatan pasien. 
  • Segera periksakan diri ke dokter jika timbul gejala alergi obat maupun overdosis pasca menggunakan obat ini. 

Aturan Pakai dan Dosis Natrium Bikarbonat

Untuk bentuk tablet, dosis penggunaan natrium bikarbonat tidak sama pada setiap pasien. Tergantung dari kondisi kesehatan pasien, dokter akan menentukan durasi dan dosis penggunaan dari obat ini. Namun, secara umum, berikut adalah dosis penggunaan dan aturan pakai obat natrium bikarbonat. 

1. Untuk Mengatasi Asidosis Metabolik Kronis

Untuk mengatasi masalah asidosis metabolik kronis pada orang dewasa, dosis penggunaan natrium bikarbonat adalah 4,8 gram. Dosis tersebut bisa ditingkatkan setiap hari sesuai dengan kebutuhan dan anjuran dokter. 

2. Alkalinisasi Urin Guna Mencegah Batu Ginjal Karena Asam Urat

Sementara untuk tujuan alkalinisasi urin agar risiko batu ginjal karena asam urat bisa dicegah, dosis penggunaan obat ini pada orang dewasa adalah 10 gram setiap hari. Dosis penggunaan tersebut harus dilakukan terpisah sesuai dengan anjuran dokter.

3. Untuk Mengatasi Sakit Maag

Untuk mengatasi masalah sakit maag, penggunaan obat ini adalah dengan cara melarutkan sekitar 1 sampai 5 gram natrium bikarbonat dengan segelas air. 

Jika digunakan untuk mengatasi masalah penumpukan kadar asam pada darah yang terlanjur parah, dokter biasanya akan memberi natrium bikarbonat dan dimasukkan pada cairan infus atau suntikan. Dosis obat dan dosis pengenceran, termasuk cara penggunaannya hanya boleh ditentukan oleh dokter.  

Cara Tepat Menggunakan Natrium Bikarbonat

obat natrium bikarbonat

Obat Natrium Bikarbonat

Gunakan obat ini sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk pemakaian pada kemasan. Perlu dipahami bahwa ada jenis natrium bikarbonat tablet yang harus dilarutkan dulu dengan air sebelum diminum tapi ada pula yang bisa langsung ditelan menggunakan air. 

Apabila menggunakan obat ini untuk mengatasi sakit maag, minum natrium bikarbonat 1 sampai 2 jam setelah makan. Jika digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan lain, natrium bikarbonat dapat dikonsumsi langsung maupun selagi makan. Jangan menggunakan obat ini saat perut kenyang atau sehabis makan. 

Hindari mengonsumsi obat ini dengan susu maupun produk susu lainnya. Penggunaan obat ini tidak boleh melebihi 2 minggu dan jangan diberikan pada anak usia kurang dari 12 tahun. Segera periksakan diri ke dokter jika keluhan tak kunjung sembuh pasca menggunakan obat ini. 

Interaksi yang Ditimbulkan saat Menggunakan Natrium Bikarbonat Bersama Obat Lain

Berikut adalah beberapa risiko interaksi antar obat saat menggunakan natrium bikarbonat bersama dengan obat lain.

  • Meningkatkan kadar digoxin dan memantine.
  • Menurunkan kadar antibiotik tertentu, seperti tetracycline dan doxycycline.
  • Meningkatkan risiko perubahan tingkat asam pada urine yang mampu menyebabkan pembentukan batu atau kristal saat digunakan bersama ciprofloxacin.
  • Meningkatkan efek racun amfetamin, pseudoephedrine, ephedrine, quinidine, quinine, dan flecainide
  • Menurunkan efektivitas dari aspirin, dolutegravir, selpervatinib, atazanavir, lithium sukralfat, pazopanib, obat dari golongan salisilat, suplemen zat besi, hingga obat anti jamur dari golongan azole.

Efek Samping Natrium Bikarbonat

Penggunaan natrium bikarbonat bisa memicu beberapa efek samping ringan, seperti mual, perut kembung, haus, dan kram perut. Apabila gejala efek samping natrium bikarbonat tersebut tak kunjung sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Lakukan hal serupa jika muncul efek samping yang lebih serius atau gejala alergi obat, seperti:

  • Berat badan meningkat drastis
  • Tangan, telapak kaki, atau pergelangan kaki membengkak
  • Rasa sakit di dada
  • Sakit kepala yang intens
  • Nafsu makan menghilang
  • Peningkatan intensitas buang air kecil
  • Lemas
  • Muntah darah, feses dan urine berdarah
  • Suasana hati maupun mental berubah, linglung, gampang marah, maupun gangguan ingatan

Baca juga: Kenali Efek Samping dan Manfaat Promag, Obat Maag yang Paling Sering Diandalkan untuk Atasi Sakit Maag

Natrium Bikarbonat Jaga Kadar Asam dalam Tubuh

Itulah penjelasan mengenai fungsi natrium bikarbonat, cara penggunaan, dosis, hingga efek sampingnya. Pada dasarnya, penggunaan obat ini perlu dilakukan jika gejala asam pada urin, lambung, atau darah meningkat berlebihan. Guna menghindari kondisi tersebut, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan dengan mencanangkan gaya hidup sehat dan memerhatikan pola makan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Menapaki Perjalanan Karier Muhammad Alfatih Timur, Sosok di Balik Suksesnya Kitabisa.com

tips-sindikasi - 06 August 2022, 07:00

Kisah Sukses Kang Han Na, Aktris Cantik yang Bintangi Drama Start-Up

tips-sindikasi - 06 August 2022, 07:00

Ini Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dialami Lansia

info-sehat - 05 August 2022, 16:30

50 Cara Hidup Hemat dalam Rumah Tangga

tips-sindikasi - 05 August 2022, 16:00

Kredit Modal Kerja atau KMK, Program Pemerintah yang Bisa Jadi Solusi Dapatkan Modal UMKM

tips-sindikasi - 05 August 2022, 07:00

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile