Clock Magic Wand Quran Compass Menu

BI: Akselerasi Ekonomi Kuartal II 2022 Ditopang Permintaan Domestik

Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,51 persen.

Red: Friska Yolandha
Pekerja membuat lele asap di Pengasinan, Gunung Sindur, Bogor, Senin (20/6/2022). Bank Indonesia (BI) menyebutkan akselerasi kinerja ekonomi kuartal II 2022 yang tumbuh 5,44 persen (year on year/yoy) ditopang oleh permintaan domestik yang terus meningkat
Prayogi/Republika. Pekerja membuat lele asap di Pengasinan, Gunung Sindur, Bogor, Senin (20/6/2022). Bank Indonesia (BI) menyebutkan akselerasi kinerja ekonomi kuartal II 2022 yang tumbuh 5,44 persen (year on year/yoy) ditopang oleh permintaan domestik yang terus meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyebutkan akselerasi kinerja ekonomi kuartal II 2022 yang tumbuh 5,44 persen (year on year/yoy) ditopang oleh permintaan domestik yang terus meningkat, terutama konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor yang tetap tinggi. Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan mayoritas lapangan usaha dan di seluruh wilayah.

"Ke depan, perbaikan ekonomi Indonesia diperkirakan masih berlanjut, didukung oleh peningkatan mobilitas, sumber pembiayaan, dan aktivitas dunia usaha," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Namun demikian, ia mengingatkan dampak perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi patut diwaspadai. 

Scroll untuk membaca

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2022 didukung oleh hampir seluruh komponennya. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,51 persen (yoy), jauh di atas capaian kuartal sebelumnya sebesar 4,34 persen (yoy).

Kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan semakin longgarnya kebijakan pembatasan mobilitas dan aktivitas terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ekspor juga tercatat tumbuh paling tinggi dalam komponen pengeluaran, yakni 19,74 persen (yoy) yang ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang tetap kuat.

Kendati begitu, konsumsi pemerintah masih terkontraksi sebesar 5,24 persen (yoy) terutama bersumber dari penurunan belanja barang untuk Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi COVID-19.

Dari sisi lapangan usaha, kata Erwin, kinerja hampir seluruh lapangan usaha pada kuartal II 2022 menunjukkan berlanjutnya perbaikan ekonomi. Perbaikan itu terutama didorong oleh beberapa lapangan usaha seperti industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatat pertumbuhan yang tinggi didorong oleh pelonggaran syarat perjalanan dan peningkatan aktivitas terkait perayaan HBKN. Sementara secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang oleh peningkatan pertumbuhan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta Bali-Nusa Tenggara (Balinusra).

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Berita Lainnya

Berita Terkait

Ekonom: Kontribusi Manufaktur ke Pertumbuhan Ekonomi Makin Menipis

keuangan - 06 August 2022, 07:30

Ekonomi Papua Tumbuh 14,38 Persen pada Kuartal II 2022

papua-maluku - 06 August 2022, 06:35

Sektor Perdagangan Topang Pertumbuhan Ekonomi di Lampung

sumatra - 05 August 2022, 21:52

Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

keuangan - 05 August 2022, 20:42

Ekonom: Ekonomi Indonesia Masih Andalkan Konsumsi Domestik

keuangan - 05 August 2022, 18:25

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile