Tips Melaksanakan Wukuf di Arafah dengan Nyaman Saat Puncak Haji

Kamis , 07 Jul 2022, 14:44 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
Ilustrasi. Jamaah haji Indonesia berada di tenda perkemahan untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah pada 2016. Tips Melaksanakan Wukuf di Arafah dengan Nyaman Saat Puncak Haji
Ilustrasi. Jamaah haji Indonesia berada di tenda perkemahan untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah pada 2016. Tips Melaksanakan Wukuf di Arafah dengan Nyaman Saat Puncak Haji

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Wukuf Arafah menjadi puncak ibadah haji. Pembimbing Ibadah Haji dan Umroh Ustadz Rafiq Jauhary memberikan tips bagaimana menjalankan wukuf di Arafah dengan nyaman dan aman.

 

Terkait

Sebelum berangkat, usahakan mandi terlebih dahulu sebelum zhuhur agar badan lebih segar. Namun, sebagai bentuk kehati-hatian lebih baik mandi tidak menggunakan sabun. Jika hendak buang hajat seperti buang air kecil atau buang air besar, usahakan bisa dituntaskan sebelum masuk waktu zhuhur

Baca Juga

ssdsdsddsdwewe

 

"Selesaikan urusan makan siang sebelum zhuhur agar sholat dan dzikir lebih khusyuk," kata Ustadz Jauhary, kepada Republika, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, jamaah tidak perlu mengikuti khutbah Arafah dari Masjid Namirah. Jamaah cukup mengikuti khutbah Arafah yang diselenggarakan oleh masing-masing kloter, KBIHU, atau travel.

"Dirikan sholat zhuhur dan ashar dengan cara jamak dan qashar. Khutbah Arafah boleh dilakukan sebelum atau setelah sholat," katanya.

Selesai sholat dan khutbah, carilah tempat yang nyaman untuk banyak berdoa dan berdzikir. Perlu diingat, Rasulullah tidak mencontohkan doa dan dzikir dengan suara lantang ataupun dengan berjamaah. 

Boleh berdoa di dalam tenda atau di bawah pohon yang rindang. Tahun ini, tenda jamaah haji Indonesia telah dilengkapi kasur busa, kipas angin, dan AC sehingga cukup nyaman untuk jamaah beribadah. 

"Jangan sampai doa yang dibaca justru mengganggu kekhusyukan doa jamaah lainnya," katanya.

Adab berdoa saat puncak haji wukuf di Arafah

1. Usahakan berdoa dalam kondisi suci. 

2. Berdoalah dengan menghadap kiblat. 

3. Angkatlah tangan, tundukkan pandangan, dan berdoalah dengan suara perlahan. Tidak diam, tidak pula bersuara keras. 

4. Mulailah doa dengan ucapan tahmid kepada Allah dan shalawat untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. 

5. Dahulukan doa untuk diri sendiri, terutama bacaan istighfar serta mengharap agar dihindarkan dari azab neraka. Barulah kemudian mendoakan orang lain. 

6. Boleh berdoa sambil membuka catatan dalam lembaran kertas ataupun dalam smartphone. 

7. Utamakan doa-doa yang ma'tsur, yaitu doa-doa yang bersumber dari Alquran ataupun yang dicontohkan Rasulullah dalam hadits. 

8. Doa boleh disampaikan dalam bahasa Arab, bahasa Indonesia, ataupun bahasa daerah.

9. Perbanyaklah membaca dzikir sebagai berikut, 

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai-in qadir

Ustadz menyarankan agar jamaah tidak lupa tetap menjaga kesehatan dan minum yang cukup. Makan buah-buahan, dan jika telah merasakan lelah, boleh untuk sedikit tidur. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

 

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile