Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Korpri Setuju PNS Dipecat Bila Bolos 28 Hari dalam Setahun

Korpri tidak menampik memang masih ada sejumlah ASN yang kerap bolos. 

Red: Ratna Puspita
Rep: Mimi Kartika
Ilustrasi. Ketua Umum DPN Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan setuju dengan sanksi pemecatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kerja tanpa alasan sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam periode satu tahun.
Yogi Ardhi/Republika Ilustrasi. Ketua Umum DPN Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan setuju dengan sanksi pemecatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kerja tanpa alasan sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam periode satu tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPN Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan setuju dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 16/2022, yang menegaskan sanksi pemecatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kerja tanpa alasan sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam periode satu tahun. Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) harus disiplin.

"Setuju. ASN harus disiplin," ujar Zudan kepada Republika, Kamis (23/6/2022).

Dengan ditegaskannya sanksi pemecatan itu, dia pun tidak menampik memang masih ada sejumlah ASN yang kerap bolos. "Iya ada," kata Zudan.

Scroll untuk membaca

Sebelumnya, Menpan-RB Tjahjo Kumolo meminta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) melakukan pengawasan atas jam kerja dan kehadiran PNS. Sebab, sudah ada ketentuan sanksi bagi PNS yang kerap bolos.

Hal tersebut tercantum pada SE Menpan-RB Nomor 6/2022 yang merupakan tindak lanjut atas ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 94/2021 tentang Disiplin PNS. SE ini diteken Tjahjo pada 17 Juni 2022.

Dalam SE tersebut, Tjahjo kembali menegaskan ketentuan soal kehadiran pegawai dan sanksinya sebagaimana diatur dalam PP 94/2022. Pertama, PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam periode satu tahun, maka akan dijatuhi sanksi 'pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS'.

Kedua, sanksi 'pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS' juga diberikan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan sah secara terus menerus selama 10 hari kerja.

“Sebagai upaya pencegahan pelanggaran tidak masuk kerja yang lebih berat, serta percepatan pembinaan PNS yang melanggar ketentuan masuk kerja di lingkungannya, PPK perlu membangun sistem pengawasan terhadap kehadiran pegawai dengan lebih cepat dan akurat sesuai dengan karakteristik masing-masing,” kata Tjahjo dalam SE tersebut, dikutip Kamis (23/6/2022).

Tjahjo juga menyatakan, jumlah jam kerja minimal PNS, baik yang bekerja di instansi pusat maupun daerah, adalah 37,5 jam per pekan. PPK diminta mengawasi kepatuhan PNS terhadap jam kerja ini agar kinerja individu dan organisasi bisa tercapai. Bagi yang melanggar, bisa dijatuhi sanksi disiplin.

SE ini ditujukan bagi Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung RI,  Kepala BIN, Kepala LPNK, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Kesekretariatan Lembaga Non-Struktural, Pimpinan Lembaga Penyiaran Publik, Gubernur, Bupati dan Wali Kota. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tjahjo: PNS Dipecat Kalau Bolos 28 Hari dalam Setahun 

umum - 23 June 2022, 14:19

Tjahjo: PNS Dipecat Bila Bolos 28 Hari dalam Setahun

umum - 23 June 2022, 14:11

Ratusan CPNS dan PPPK di Indramayu Terima SK Pengangkatan  

jawa-barat - 15 June 2022, 20:56

Dirjen Dukcapil Jelaskan Soal WNA Dibuatkan KTP Elektronik

umum - 01 June 2022, 12:58

Kemendagri Ingatkan Potensi Masalah Anak Berkewarganegaraan Ganda

umum - 18 May 2022, 13:23

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile