Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Tidak Ikutan Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Alasan BI

BI menilai seluruh indikator pertumbuhan perekonomian Indonesia masih baik.

Red: Fuji Pratiwi
Rep: Lida Puspaningtyas
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, seluruh indikator pertumbuhan perekonomian Indonesia masih baik sehingga tidak perlu respons moneter melalui kebijakan suku bunga.
Antara/Muhammad Adimadja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, seluruh indikator pertumbuhan perekonomian Indonesia masih baik sehingga tidak perlu respons moneter melalui kebijakan suku bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia tetap menahan suku bunga acuan di level 3,5 persen pada Kamis (23/6). BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dipertahankan sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, seluruh indikator pertumbuhan perekonomian Indonesia masih baik sehingga tidak perlu respons moneter melalui kebijakan suku bunga. Kondisi yang terjadi di tataran global pun tidak tertransmisi signifikan pada ekonomi dalam negeri karena sejumlah kebijakan.

"BI tidak menaikkan suku bunga ketika yang lain menaikkan, itu bukan berarti akan mengganggu stabilitas," kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Juni 2022, Kamis (23/6/2022).

Scroll untuk membaca

Menurutnya, ekonomi Indonesia masih akan terus tumbuh, stabilitas nilai tukar terjaga, kondisi makro sistem keuangan juga tetap terjaga. Inflasi akan terus dikendalikan dan dipantau secara menyeluruh melalui TPI TPID sehingga tetap terkendali.

Perry mengatakan, BI lebih mewaspadai kestabilan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi akibat kenaikan Fed Fund Rate (FFR). Kenaikan tersebut membuat yield US Treasury juga meningkat yang menyebabkan perbedaan yield dengan SBN semakin besar.

"Rupiah mengalami depresiasi meski masih lebih baik dibandingkan negara lain," katanya.

Stabilitas nilai tukar ini akan dipengaruhi tiga faktor, yakni neraca perdagangan RI, kecukupan cadangan devisa, dan stance kebijakan. Menurutnya, ketiga faktor tersebut masih positif untuk menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

BI Intervesi Nilai Tukar Rupiah Secara Hati-Hati

keuangan - 23 June 2022, 16:51

Gubernur BI: Indonesia Tak Perlu Buru-Buru Tingkatkan Suku Bunga Acuan

keuangan - 22 June 2022, 17:17

BI Papua Distribusikan Uang Layak Edar ke Wilayah 3 T

papua-maluku - 20 June 2022, 14:49

BI Edukasi QRIS dan Rupiah di Pawai Pesta Kesenian Bali ke-44

bali-nusa-tenggara - 12 June 2022, 21:01

BI Ungkap Dua Aspek Utama Pengembangan Pasar Keuangan Syariah

keuangan - 12 June 2022, 16:01

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile