Clock Magic Wand Quran Compass Menu

SBY-JK Bertemu, Ada Apa? Ini Kata AHY

Keduanya juga mengenang kebersamaan ketika memimpin pemerintahan.

Red: Teguh Firmansyah
Rep: Nawir Arsyad Akbar
Susilo Bambang Yudhoyono.
Republika/Edwin Dwi Putranto Susilo Bambang Yudhoyono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden keenam Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diketahui bertemu dengan Muhammad Jusuf Kalla. JK pernah mendampingi SBY sebagai wakil presiden pada periode pertama kepemimpinannya

Putra sulung SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, keduanya bertemu sebagai sesama sahabat.

"Karena memang beliau berdua Pak SBY dan Pak JK, sama sepertinya dengan Pak Surya Paloh adalah sahabat-sahabat dalam berdemokrasi, dalam berpolitik. Jadi, pertemuan antarsahabat itu sesuatu yang baik menurut saya," ujar AHY di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Scroll untuk membaca

Kendati demikian, ia mengaku tak mengetahui apa yang menjadi pembicaraan keduanya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, yang merupakan kediaman dari SBY. "Saya belum ketemu Pak SBY hari ini, jadi saya belum tahu. Nanti mungkin saya tanyakan," ujar AHY.

Terpisah dikonfirmasi, staf pribadi SBY, Ossy Dermawan membenarkan adanya pertemuan keduanya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor. Pertemuan dua sahabat itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Keduanya juga mengenang kebersamaan ketika memimpin pemerintahan.

"Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan tukar-menukar pikiran dan pandangan menyangkut masa depan bangsa dan negara kita. Meskipun keduanya tidak lagi aktif dalam kegiatan politik sehari-hari, namun masih terpanggil untuk ikut memikirkan jalan menuju Indonesia yang lebih baik dan lebih sejahtera," ujar Ossy.

Sebelumnya, wakil presiden ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menyebutkan bahwa 2022 merupakan tahun politik yang sangat romantis. Ini karena partai politik tengah mencari pasangan yang cocok untuk maju pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dia pun menjelaskan mengapa tahun ini adalah tahun politik yang romantis karena pada tahun ini banyak yang tengah mencari pasangan seperti muda-mudi yang kasmaran.

"Kenapa romantis? Karena sama dengan orang pacaran, semua cari pasangan yang cocok memenuhi syarat, lobi cari pasangan, jadi ini tahun cari pasangan. Jadi begitulah suasana politik kita, tapi tentunya siapa terbaik akan terpilih. Memang tidak mudah untuk jadi tahun romantis karena banyak hal yang menjadi faktor, pasangan, faktor partai, dan juga faktor elektabilitas," ujar JK di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem, Kamis (16/6).

Menurut JK, elektabilitas menjadi satu di antara beberapa faktor kendala para aktor politik mencari pasangan. "Pasangan, partai, dan elektabilitas. Ini jadi satu suasana sulit. Elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai. Ada yang terbaik punya partai, punya partai tapi tidak terbaik," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

SBY Bertemu JK di Cikeas Bahas Masalah Kebangsaan

umum - 23 June 2022, 13:12

SBY: Melukis Hidupkan Hobi Lama Saya

politik - 19 June 2022, 20:02

SBY Telah Temui Surya Paloh Bahas Pilpres 2024

politik - 06 June 2022, 14:45

Presiden Ke-6 RI SBY Jenguk AM Hendropriyono di RSPAD

umum - 29 April 2022, 11:27

Ini Makna Satu Matahari yang Disampaikan SBY

politik - 19 April 2022, 14:27

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile