Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Dirjen Dukcapil Jelaskan Soal WNA Dibuatkan KTP Elektronik

Sebanyak 13.056 WNA yang sudah mengurus KTP elektronik. 

Red: Ratna Puspita
Ilustrasi. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan alasan pemberian KTP elektronik (KTP-el) kepada warga negara asing (WNA).
Yogi Ardhi/Republika Ilustrasi. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan alasan pemberian KTP elektronik (KTP-el) kepada warga negara asing (WNA).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan alasan pemberian KTP elektronik (KTP-el) kepada warga negara asing (WNA). Penjelasan Dirjen Zudan itu sekaligus membantah isu yang berasal dari berita dua tahun silam dan kembali dikulik-kulik di media sosial.

Isu itu menyebutkan bahwa tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok sudah mulai dibuatkan KTP WNI dengan nama palsu untuk disiapkan pada agenda Pemilu 2024. "Sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk), setiap WNA yang punya kartu izin tinggal tetap (KITAP) diberikan KTP elektronik," kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangannya diterima di Jakarta Rabu (1/6/2022).

Untuk mendapatkan KTP elektronik, kata Zudan, WNA harus memenuhi aturan perundang-undangan yang berlaku. Pemberian KTP elektronik pun juga mengikuti aturan perundang-undangan.

Scroll untuk membaca

"Jadi, syaratnya sangat ketat, harus punya KITAP yang diterbitkan oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM baru diterbitkan KTP elektronik oleh Dinas Dukcapil," kata Dirjen Zudan.

Zudan juga mengungkapkan jumlah WNA yang mengurus KTP elektronik yang ada di dalam database Dukcapil Kemendagri saat ini terdapat kurang lebih 13.056 WNA yang sudah mengurus KTP elektronik. "Jadi, jumlahnya tidak sampai jutaan," kata dia.

Ada 10 negara asal WNA yang paling banyak punya KTP elektronik, yakni Korea Selatan, Jepang, Australia, Belanda, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, India, Jerman, dan Malaysia. Ia menyebutkan WNA asal Korsel yang jumlahnya 1.227 orang, Jepang 1.057 orang, Australia 1.006 orang, dan Belanda 961 orang.

"Tiongkok sebanyak 909 orang, AS 890 orang, Inggris 764 orang, India 627 orang, Jerman 611 orang, dan Malaysia 581 orang. Sisanya dari berbagai negara lain," ujar Dirjen Zudan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Perekaman Data KTP Elektronik di Kota Madiun Lampaui Target Nasional

jateng-jatim - 30 May 2022, 21:52

Pencatatan Dua Kata Nama di KTP Hanya untuk Warga Baru

jabodetabek-nasional - 30 May 2022, 05:15

Aturan Baru Penulisan Nama di Dokumen Kependudukan

nasional-inpicture - 25 May 2022, 13:31

Perekaman KTP Elektronik di Surabaya Jemput Bola ke Sekolah dan Kampung

jawa-timur - 20 May 2022, 11:58

Disdukcapil Kota Bogor Jemput Bola Pembuatan KTP-El ke Sekolah

jabodetabek-nasional - 20 May 2022, 11:08

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile