Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Gaya Hidup Sedenter Picu Munculnya Sindrom Metabolik, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sindrom metabolik ditandai dengan kenaikan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

Red: Reiny Dwinanda
Rep: Wahyu Suryana
Obesitas (ilustrasi). Obesitas sentral juga termasuk dalam gejala sindrom metabolik.
Pxfuel Obesitas (ilustrasi). Obesitas sentral juga termasuk dalam gejala sindrom metabolik.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Gaya hidup sedenter berperan besar dalam memicu timbulnya sindrom metabolik. Kondisi yang dapat meningkatkan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah serta diabetes ini dapat memberi dampak serius bagi tubuh penderita.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, dr Julahir Hodmatua Siregar, mengatakan bahwa sindrom metabolik ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol, tekanan darah di atas normal, dan gula darah tinggi. Selain itu, gejala lainnya ialah obesitas sentral.

Obesitas sentral adalah kelainan kelebihan berat yang terlokalisasi di perut. Cara mengetahuinya ialah dengan mengukur lingkar perut memakai meteran baju. Hasil tidak normal saat lingkar perut laki-laki melebihi 90 sentimeter dan perempuan di atas 80 sentimeter.

Scroll untuk membaca

Dr Julahir menjelaskan, faktor keturunan turut menyumbang angka kejadian penyakit sindrom metabolik. Hal ini perlu diwaspadai bagi anak yang memiliki orang tua menderita penyakit jantung, strok, maupun diabetes karena akan meningkatkan resiko terkena.

Di samping itu, bagi perempuan, khususnya yang pernah menderita diabetes saat kehamilannya (diabetes gestasional) akan meningkatkan risiko untuk terserang sindrom metabolik nantinya. Bagi bayi yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga lebih berisiko.

"Tantangan kita saat ini sedentary lifestyle atau gaya hidup sedenter," kata dr Julahir dalam Seminar Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) berkolaborasi dengan Universitas Islam Sumatera Utara, Rabu (18/5/2022).

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang sedikit bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan berdiam diri. Gaya hidup ini berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang membuat banyak aktivitas kini dapat diakses dengan hanya lewat gawai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Kebiasaan Sarapan Seperti Ini Bisa Sebabkan Kolesterol Naik

info-sehat - 18 May 2022, 18:20

Kolesterol Tinggi Bisa Berakibat Fatal, Apa yang Terasa di Kaki?

info-sehat - 18 May 2022, 00:30

Tanda Kolesterol Tinggi Makin Serius Bisa Dirasakan di Kaki

info-sehat - 17 May 2022, 20:35

Kolesterol Tinggi Bisa Bikin Arteri Mengeras, Seperti Apa Gejala yang Terasa di Kaki?

info-sehat - 15 May 2022, 06:37

Mencium 3 Bau Ini Bisa Jadi Pertanda Kolesterol Tinggi

info-sehat - 14 May 2022, 01:05

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile