Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Menelusuri Asal-Usul Mie Lanzhou Buatan Muslim Hui

Biasanya, Mie Lanzhou disantap untuk sarapan.

Red: Agung Sasongko
Rep: Meiliza Laveda
Mie Lanzhou  (ilustrasi)
istimewa Mie Lanzhou (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LANZHOU – Masakan China atau Chinese food kerap kali dikaitkan dengan babi. Ini membuat masakan China kurang populer di kalangan Muslim. Namun, belum lama ini, salah satu cuitan di Twitter dari akun @drhaltekehalte viral yang membahas salah satu masakan China halal bernama Mie Lanzhou Daging Sapi.

Restoran masakan China halal yang terletak di Muara Karang, Jakarta, menjadi sorotan warganet. Banyak yang berdiskusi dan penasaran akan rasanya dan soal Mie Lanzhou.

Perlu diketahui, China termasuk salah satu negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Menurut New Lines Magazine, kurang dari dua persen populasi di China adalah Muslim dengan sekitar 40 juta orang. Muslim China terdiri dari suku Hui, Uighur, Kazakh, Kirgistan, Salars, Tajik, Uzbek, Bonan, dan Tatar. Perkembangan Muslim tanpa disadari memengaruhi perkembangan masakan China.

Scroll untuk membaca

Misal, terhadap masakan suku Muslim terbesar, yaitu Hui. Muslim Hui terutama berbasis di provinsi Ningxia dan tersebar di seluruh Gansu, Qinghai, Xinjiang, dan Tibet. Masakan mereka terkenal dengan mie daging sapi dan domba.

Dikutip VICE, Selasa (17/5/2022), Hui merupakan suku minoritas di China, keturunan dari campuran suku Han dengan pedagang Arab dan Persia yang menetap di sepanjang Jalur Sutra. Selama bertahun-tahun, mereka berasimilasi ke dalam masyarakat China. Masakan mereka disebut qingzhen yang berarti kebenaran murni.

Kata qing juga merupakan homofon untuk warna biru-hijau. Semua restoran yang memiliki tanda warna itu berarti menjual makanan halal. Hidangan terkenal suku Hui adalah Mie Daging Sapi Lanzhou yang ditemukan oleh pria Muslim keturunan Hui bernama Mabaozi pada tahun 1915.

Nama Lanzhou diambil dari ibu kota provinsi Gansu, Lanzhou. Kota tersebut sarat cerita rakyat dan memiliki sejarah panjang, termasuk tentang Jalur Sutra kuno.

Bagi banyak orang China, Mie Lanzhou tidak bisa dipisahkan dengan sebutan “Lamian.” Secara harfiah, Lamian (拉面) berarti mie yang ditarik. Istilah itu dapat berlaku untuk sejumlah hidangan lain, seperti ramen Jepang. Namun, hanya sedikit di China yang melakukan gaya masakan Lanzhou dari Muslim Hui.

Dilansir Radii, hampir di semua area perkotaan terdapat restoran yang menyajikan Mie Lanzhou. Secara tradisional, mie dibuat dari tepung yang ditarik dengan tangan. Kemudian mie dilengkapi dengan irisan daging sapi yang lembut dan diisi dengan kuah bening. Campuran cabai dan mericah memperkaya rasa mie. Terakhir, hidangan mie dipercantik dengan taburan daun bawang.

Biasanya, Mie Lanzhou disantap untuk sarapan. Salah satu restoran terbaik yang menghidangkan Mie Lanzhou adalah Wu Mu Le yang sudah berdiri lebih dari dua dekade. Sejak pagi, rstoran sudah ramai didatangi oleh warga setempat dan turis. Untuk menikmati semangkuk mie, pengunjung hanya merogoh kocek sebesar 8 RMB atau sekitar Rp 17 ribu. Karena rasanya yang nikmat dan harganya ekonomis, hidangan Mie Lanzhou menjadi daya tarik wisatawan. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Berita Lainnya

Berita Terkait

Muslim Hui Rayakan Idul Adha di Masjid Kota Beijing

internasional-inpicture - 21 July 2021, 13:37

Ningxia Tawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

dalam-negeri - 07 July 2021, 07:43

Gara-Gara Jilbab, Muslim Hui China Dituduh Ekstremis

dunia - 29 June 2021, 13:09

Masjid Tongxin Saksi Sejarah Otonomi Khusus Muslim Hui

masjid - 16 September 2020, 21:48

Masjid Agung Tongxin Simbol Perjuangan Muslim Hui

islam-digest - 01 August 2019, 16:16

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile