Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Cegah Covid-19, China Perketat Perbatasan dan Beijing Jadi Prioritas

Otoritas Beijing membantah lockdown, hanya meminta warga tak pergi ke luar rumah.

Red: Teguh Firmansyah
Virus corona (ilustrasi)
Pixabay Virus corona (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China memperketat kebijakan keimigrasian dan warga setempat tidak mudah bepergian ke luar negeri untuk urusan yang tidak mendesak guna mencegah meluasnya Covid-19 varian Omicron. Untuk mengonsolidasikan pencegahan Covid-19, Badan Imigrasi Nasional China (NIA) menempatkan Beijing sebagai prioritas dan kebijakan anti-epidemi di Ibu Kota harus diterapkan secara ketat. Demikian NIA dikutip Global Times, Jumat.

Sementara itu, otoritas Beijing membantah akan menerapkan penguncian wilayah (lockdown), namun hanya menyarankan warga untuk tetap tinggal di rumah.

Warga Ibu Kota juga diwajibkan melakukan tes PCR setiap hari di tempat-tempat yang disediakan atau di kios berbayar.Kewajiban tes PCR yang sudah berlangsung sejak akhir April lalu dan belum diketahui sampai kapan itu berlaku untuk warga yang tinggal di beberapa distrik, yakni Chaoyang, Haidian, dan Fangshan.

Scroll untuk membaca

"Warga yang tinggal di distrik-distrik itu disarankan bekerja dari rumah mulai Jumat dan tetap tinggal di rumah selama akhir pekan," kata juru bicara Pemerintah Kota Beijing Xu Hejian.

Otoritas juga menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan layanan pesan-antar tidak akan berhenti."Kami tidak tahu apakah kami bisa kembali bekerja pada hari Senin atau tidak," kata Chen Miao, staf perusahaan di Distrik Haaidian, dikutip China Daily.

Sejak 22 April hingga 11 Mei 2022 di Beijing terdapat 928 kasus positif.Di Rumah Sakit Ditan terdapat 113 orang dirawat karena COVID-19 dengan usia 60 hingga 91 tahun.

Seorang pasien berusia 86 tahun kondisinya parah dan seorang lagi kritis.China bersikukuh menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19 secara dinamis, meskipun mendapat kritikan tajam dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Dinkes Garut Sebut Kasus Covid-19 Terkenali Pasca-Libur Lebaran

jawa-barat - 13 May 2022, 18:50

Beijing Kembali Work From Home demi Setop Penyebaran Covid-19

asia - 13 May 2022, 15:45

Kasus Covid-19 Baru di Afsel Lampaui 10 Ribu untuk Pertama Kalinya

afrika - 13 May 2022, 13:11

Satgas: Empat Kabupaten di Babel PPKM Level 1

sumatra - 13 May 2022, 13:03

Nadiem: Kurikulum Merdeka Mampu Kurangi Dampak Hilangnya Pembelajaran

umum - 13 May 2022, 11:41

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile