Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Memahami Hakikat Doa Dalam Islam

Adanya doa itu diharapkan dapat menyadarkan manusia.

Red: Muhammad Hafil
Rep: Wahyu Suryana
 Memahami Hakikat Doa Dalam Islam. Foto:  Berdoa (Ilustrasi)
Republika/Thoudy Badai Memahami Hakikat Doa Dalam Islam. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Memahami dan mengamalkan pengertian doa merupakan suatu keharusan yang dipikul umat Islam. Founder Syameela, Oemar Mita mengatakan, doa merupakan salah satu jalan dan pola yang harus dipahami manusia sebagai hamba dari Sang Pencipta

Adanya doa itu diharapkan dapat menyadarkan manusia untuk selalu mengingat Allah sebagai tempat meminta ampunan dan pertolongan. Doa lahir dari sebuah pemahaman, lahir dari sebuah kondisi makna dan manusia diciptakan memiliki macam kelemahan.

"Allah jadikan manusia itu lemah, lapar, memiliki macam kelemahan untuk menjadi medan ujian bagi kehidupan manusia," kata Oemar dalam Kajian Ulil Albab Ramadan, Direktorat Pendidikan & Pembinaan Agama Islam, Universitas Islam Indonesia (UII).

Scroll untuk membaca

Ia mengingatkan, makna dari doa tidak hanya berlandaskan prinsip fiqh amaliyah. Tapi, doa memiliki kedalaman rohani terhadap nilai nilai ketauhidan dan aqidah islam yang kuat karena doa merupakan penjabaran tauhid dalam seorang manusia.

Maka itu, penting dipahami manusia kalau doa itu merupakan perkara yang memang besar. Doa tidak dipandang hanya dari sudut pandang fiqh, tapi dia merupakan bagian dari aqidah. Jadi, jangan lagi mengira doa bagian dari fiqh saja.

Melalui jejak historis, pentingnya doa nyatanya sudah diamalkan oleh umat-umat terdulu. Bahkan, nabi dan rasul mempercayai doa yang mereka panjatkan terbukti terkabul setelah mereka berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah.

"Hal ini bisa dilihat melalui isi dari kandungan ayat-ayat Alquran," ujar Oemar.

Layaknya sebuah jembatan, doa secara tidak langsung menjadi penghubung antara manusia dengan Allah SWT. Karenanya, untuk membangun kedekatan antara manusia dengan Tuhannya, alangkah lebih baiknya bagi manusia untuk bersungguh-sungguh.

Selain bersungguh-sungguh dalam berdoa, ia menekankan, kualitas kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh doa itu sendiri. Menurut Oemar, sebuah doa itu tidak akan sampai bila manusia tidak mampu membangun hubungan yang baik.

"Antara dirinya dengan Tuhannya," kata Oemar. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Islam dan Kiprah Muhammadiyah di Negeri Kanguru, Dilempari Telur hingga Dirikan Sekolah

khazanah - indonesia - 30 April 2022, 12:26

Kisah Wali Allah dan Doa yang Terkabul Selamat dari Perampok

doa - 30 April 2022, 05:03

Nawaitu dan Kebaikan yang Harus Dipaksa

teh-anget - 30 April 2022, 04:51

Meningkatkan Ketaqwaan dan Berbakti Kepada Orang Tua

khazanah - indonesia - 30 April 2022, 04:22

Hukum Akad dengan PLN

agama-islam - 29 April 2022, 22:01

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile