Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Akhlak Hamba Ketika Berdoa dan 3 Macam Permintaan

Berdoa harus dibarengi dengan akhlak dan adab yang baik

Red: Nashih Nashrullah
Rep: Andrian Saputra
Ilustrasi berdoa. Berdoa harus dibarengi dengan akhlak dan adab yang baik
Republika/Wihdan Ilustrasi berdoa. Berdoa harus dibarengi dengan akhlak dan adab yang baik

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA —Imam besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan ada tiga macam permintaan atau tuntutan. 

Bila datang dari hamba kepada Allah SWT artinya adalah doa atau permohonan. Bila datang dari Allah SWT kepada makhluk artinya adalah perintah. Sedang bila datang dari manusia kepada manusia lainnya artinya adalah memberikan saran atau nasihat. 

Maka dari itu, Prof Nasaruddin yang juga guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan bahasa doa berbeda dengan bahasa perintah. Dan bahasa doa juga berbeda dengan bahasa biasa yang digunakan manusia pada sesamanya.

Scroll untuk membaca

Sebab itu ketika seorang hamba memohon atau berdoa terdapat etika yang harus dipenuhi. Tidak boleh seorang hamba berdoa kepada Allah SWT seperti meminta kepada pembantu.  

"Ada orang berdoa seperti menjadikan Allah itu pembantu. Tuhan itu Tuhan, bukan pembantu. Maka (perlu) kesantunan kita berbahasa, kesantunan kita untuk memohon," kata Prof Nasaruddin dalam tausiyahnya di program Mihrab Ramadhan yang diselenggarakan oleh Masjid Istiqlal Jakarta beberapa hari lalu. 

Prof Nasaruddin menjelaskan dalam kitab Ihya Ulumuddin dijelaskan tentang akhlak orang berdoa diantaranya disunahkan berwudhu. 

Bila dalam keadaan janabah maka terlebih dulu mandi wajib. Kemudian orang yang akan berdoa hendaknya menutup aurat dan menghadap kiblat, serta mengangkat kedua tangan.  Setelah itu seorang yang berdoa hendaknya menundukan hati dan membesarkan Allah SWT.  

Lalu mengucap basmalah dan memuji Allah SWT. Setelah memuji Allah, dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi dan bermunajat dengan diawali pengakuan terhadap diri yang penuh dosa, dan memohon ampunan dari Allah SWT. Setelah memohon pengampunan, dilanjutkan dengan memohon hajat  kepada Allah SWT. Dan ditutup dengan sholawat nabi dan membaca surat Al Fatihah.  

Umar pun berdoa

Umar bin Khattab meski dikenal dengan karamahnya, dia tetap berdoa. Diriwayatkan, Umar bin Khattab memohon pertolongan dengan berdoa ketika melawan musuh-musuhnya. Padahal, dia memiliki jumlah pasukan yang sangat besar.

"Kalian menang bukan karena jumlah kalian banyak. Kalian menang karena bantuan dari langit," kata Umar seperti ditulis Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam dalam kitabnya yang berjudul Ad Da'u wa ad-Dawa).

Umar menambahkan, "Sungguh aku tidak memikul beban dengan mendesakkan ijabah (terkabulnya doa). Tapi lebih didorong oleh keinginan untuk berdoa. Maka, camkanlah jika kalian diilhami untuk berdoa. Sesungguhnya ijabah itu mengikutinya." Allah berfirman: 

وقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ "Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [Surat Ghafir 60]    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

10 Penyebab Doa tak Terkabul

doa - 23 April 2022, 08:55

Doa Singkat Ramadhan Hari ke-20, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahan

fiqih-ramadhan - 21 April 2022, 17:19

Mengapa Doa Belum Dikabulkan Allah?

doa - 20 April 2022, 23:43

Mengapa Kita Harus Perbanyak Doa?

doa - 19 April 2022, 16:36

Doa Empat Sahabat

doa - 19 April 2022, 15:38

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile