Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Paus Fransiskus Kembali Serukan Gencatan Senjata di Ukraina

Peperangan di Ukraina justru kian memburuk.

Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Kamran Dikarma
Paus Fransiskus. Paus Fransiskus kembali menyerukan gencatan senjata dalam konflik di Ukraina.
AP/Alessandra Tarantino Paus Fransiskus. Paus Fransiskus kembali menyerukan gencatan senjata dalam konflik di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN – Paus Fransiskus kembali menyerukan gencatan senjata dalam konflik di Ukraina. Hal itu disampaikan saat dia berpidato di Lapangan Santo Petrus dalam rangka peringatan Paskah oleh umat Kristen Ortodoks dan Katolik di ritus Timur, Ahad (24/4/2022).

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus menyadari bahwa 24 April 2022 menandai konflik Rusia dengan Ukraina telah genap berlangsung selama dua bulan. “Sangat menyedihkan bahwa pada hari-hari ini, yang merupakan hari paling suci dan paling khusyuk bagi semua orang Kristen, deru senjata yang mematikan terdengar daripada suara lonceng yang mengumumkan Kebangkitan; dan menyedihkan bahwa senjata semakin menggantikan kata-kata,” ucapnya, dikutip laman United Press International.

Dia mengungkapkan, meski telah berlangsung dua bulan, alih-alih mereda, peperangan di Ukraina justru kian memburuk. “Saya memperbarui seruan saya untuk gencatan senjata Paskah, tanda minimal dan nyata dari keinginan untuk perdamaian. Serangan itu harus dihentikan, guna menanggapi penderitaan penduduk yang kelelahan; serangan harus dihentikan,” ujar Paus Fransiskus.

Scroll untuk membaca

Kepada para politisi, Paus Fransiskus menyerukan agar mereka mendengarkan suara orang-orang yang menginginkan perdamaian. Pada perayaan Paskah Katolik pekan lalu, Paus Fransiskus juga menyinggung tentang konflik Rusia-Ukraina saat berbicara di hadapan sekitar 100 ribu jemaat di Lapangan Santo Petrus.

Dia mengutarakan keprihatinan atas kondisi yang berlangsung di Ukraina. "Mata kami juga tidak percaya pada perang Paskah ini. Kami telah melihat terlalu banyak darah, terlalu banyak kekerasan. Hati kami juga dipenuhi ketakutan dan kesedihan, seperti yang dialami oleh banyak saudara dan saudari kita untuk mengunci diri agar aman dari pengeboman," ucapnya.

Paus Fransiskus menjadi salah satu tokoh dunia yang turut menyerukan agar konflik di Ukraina diakhiri. Akhir Maret lalu, dia meminta para politisi yang terlibat dalam konflik di Ukraina mengambil upaya serius untuk merundingkan perdamaian. 

Dia mengungkapkan, perang di Ukraina menghancurkan masa depan negara tersebut. Paus Fransiskus mengutip data statistik yang menunjukkan bahwa separuh dari anak-anak di sana harus mengungsi akibat perang.

Ia menekankan, umat manusia harus menolak perang. Sebab dalam perang, orang tua harus menguburkan anak-anak mereka dan orang membunuh saudara-saudaranya bahkan tanpa melihat mereka. “Itulah kebinatangan perang, sesuatu yang barbar,” ucapnya.

 

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Uni Eropa Belum Capai Kesepakatan Soal Larangan Impor Energi Rusia

bisnis-global - 25 April 2022, 12:41

Rusia Kembali Gempur Mariupol

eropa - 24 April 2022, 19:25

Putin Hadiri Misa Paskah di Gereja Ortodoks

eropa - 24 April 2022, 14:14

Sekjen PBB ke Turki Sebelum Kunjungan ke Moskow dan Kiev

eropa - 24 April 2022, 09:41

Menteri Keuangan Jerman: Bantu Ukraina tanpa Bahayakan Kepentingan Sendiri

eropa - 24 April 2022, 03:38

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile