Clock Magic Wand Quran Compass Menu

NEWSTORY: Indonesia Condong ke China atau AS?

Persaingan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin nyata.

Red: Joko Sadewo
 Sebuah kapal perang China mengambil bagian dalam Aman atau latihan perdamaian di Laut Arab, lepas pantai Karachi, Pakistan, Senin (15/2).
AP/Mohammad Farooq Sebuah kapal perang China mengambil bagian dalam Aman atau latihan perdamaian di Laut Arab, lepas pantai Karachi, Pakistan, Senin (15/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin nyata. China kini sudah tak ragu lagi melawan beragam intervensi atau pun sanksi yang dijatuhkan terhadap AS. Beijing tak segan-segan memberikan sanksi terhadap pejabat Paman Sam.

Keberanian China melawan AS bukan tanpa alasan. Secara ekonomi China telah mampu mandiri dan melepaskan ketergantungan dari negara-negara Barat. Secara teknologi, China pun perlahan mulai mencoba menandingi AS.

Di sektor pertahanan keamanan, China dengan tanpa ragu-ragu mengirim kapalnya ke Laut China Selatan, dan ada kemungkinan akan menganeksasi Taiwan yang merupakan sekutu AS.  Di bidang kesehatan, vaksin-vaksin Covid-19 yang dibuat oleh China telah terdistribuskan cepat ke berbagai negara dari mulai Asia, Afrika hingga benua Amerika.

Scroll untuk membaca

Ekonomi Senior Drajad Wibowo tak menampik kemampuan China yang bisa menyaingi Amerika Serikat. Bahkan bukan tidak mungkin dapat mengungguli AS ke depannnya.

Menurut Drajad, pengaruh China di kawasan Asia kini bahkan jauh lebih kuat. AS ketika di bawah Donald Trump saat itu, gagal untuk merangkul negara-negara di kawasan Asia. Inilah yang coba ingin diperbaiki oleh Joe Biden, meski hal itu tidak lah mudah.

Lantas bagaimana sikap Indonesia di tengah kekuatan ini? Drajad menilai Indonesia harus pintar dalam menjalin komunikasi dan tidak mengekor. Indonesia harus bisa mengambil untung dari kedua negara besar tersebut.

Ikuti perbicangan Newstory Republika bersama ekonom senior Indef Dradjad Wibowo dan redaktur Republika.co.id Teguh Firmansyah, tentang posisi Indonesia dalam pertarungan China vs AS. Klick video di bawah ini:

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Berita Lainnya

Berita Terkait

Dradjad: Indonesia Jangan Condong ke China atau AS

politik - 07 April 2021, 11:07

Strategi China Perluas Pengaruh Politik di Timur Tengah

wacana - 04 April 2021, 13:17

2 Perusahaan China Ini Jadi Target Amerika

fintech - 02 April 2021, 16:49

Neraca Dagang China Surplus 535 Miliar Dolar AS 

bisnis-global - 14 January 2021, 15:08

Biden tak Langsung Batalkan Perjanjian Dagang dengan China

bisnis-global - 02 December 2020, 21:02

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>
hide ads show ads
desktop mobile